Kutipan “Bijaksana” Hari Ini : Lukman Hakim (Anggota DPR)

“Kami sudah membesuk Amin, keadaannya baik-baik saja. Dia cerita, tidak benar bahwa dia tertangkap tangan dengan uang 4 juta itu. Kalau cuma 4 juta itu mempermalukan anggota dewan, kalau 4 miliar atau 4 triliun itu baru…,”
Kompas Online : Lukman: Rp 4 Juta Mempermalukan Anggota DPR
Kalimat diatas bisa dilanjutkan dengan :
- Wajar…seperti yang teman-teman dan saya lakukan
- Aneh…karena saya aja korupsi lebih dari itu..hehehe *nyengir kuda
- Gak cukup! Yang bener aja…saya kan harus adil membiayai istri-istri saya yang tersebar dari Sabang sampe Merauke
- Ketangkep….kan kita korupsinya pake sistem credit card…ada limitnya…hehehe *nyengir kuda lagi
Yang jelas sebuah pernyataan memalukan dari “wakil rakyat” yang katanya terdidik. Argumen ini saya lemparin ke mas Herman Saksono untuk diselidiki dan dianalisa dari segi logicalnya…. ![]()
Update : Berikut Ini Hasil Analisa Pakar Telematika Logical Fallacy™, Heman Saksono :
Menurutku itu fallacy jenis red herring (pengalihan), dan lebih spesifik: straw man fallacy, alias kesesatan boneka. Jadi alih-alih mempermasalahkan dugaan tindakan pidana seorang anggota dewan yang menerima uang sebesar 4 juta; Lukman justru mengubah wacana menjadi banyak atau tidaknya suap sebesar 4 juta.
Karena isu banyak-tidak ini relatif sederhana, maka lebih mudah dimentahkah. Makanya disebut kesesatan boneka.

Tags: Al Amin Nasution, Aneh, Argumen, Bodoh, DPR, Konyol, Korupsi, Lukman Hakim, Memalukan, Suaminya Kristina
April 10th, 2008 at 5:59 pm
Tes Emoticon baru
April 10th, 2008 at 6:03 pm
Fallacy apa yaaaa
Menurutku itu fallacy jenis red herring (pengalihan), dan lebih spesifik: straw man fallacy, alias kesesatan boneka. Jadi alih-alih mempermasalahkan dugaan tindakan pidana seorang anggota dewan yang menerima uang sebesar 4 juta; Lukman justru mengubah wacana menjadi banyak atau tidaknya suap sebesar 4 juta.
Karena isu banyak-tidak ini relatif sederhana, maka lebih mudah dimentahkah. Makanya disebut kesesatan boneka.
*nyambung gak, ngantuk nih
Wanjret Tengah malem gini masi onlen
baru tahu ternyata nama ikan juga bisa jadi salah satu jenis logical fallacy…
Analisanya mo dimasukin ke post ah
April 10th, 2008 at 6:48 pm
4 juta itu cuman buat tips si eiffel yang manis, sekel dan montok itu cak, ahak ahak
April 11th, 2008 at 1:22 am
buat anggota DPR korupsi itu hobi kali yah…

atau mungkin udah kebiasaan yang mendarah daging…
April 11th, 2008 at 1:34 am
@Danu

Kata Ian Kasela :
April 11th, 2008 at 4:12 am
ya ampun….bagus ya postingan kamu!
*kok gw jadi ikut2 sang nabi gini sih? comment singkat, ga jelas dan ga nyambung
Udah gw bales tuh di blog lu
April 12th, 2008 at 2:44 am
Aduh… malunya…….. punya wakil rakyat yang komentarnya
….
April 12th, 2008 at 4:45 am
-4jt itu untuk ABG nya.
-71jt itu untuk bayar bill Ritz Carlton (2800USD/night)
-33ribu dolar yang ada ditas adalah sogokan pengusaha lokal yang dititipkan melalui Sekda agar konversi hutannya terlaksana dengan cepat.
Kira kira gitu deh typical days sebagai anggota DPR.
April 12th, 2008 at 1:01 pm
“Kalau cuma 4 juta itu mempermalukan anggota dewan, kalau 4 miliar atau 4 triliun itu baru…,”
masak baru 4 juta aja ketangkep ? dasar amatir, bikin malu senior…
**kabur ke merauke**
April 17th, 2008 at 5:08 pm
mwahahaha….. korup emang mending sekalian yg gede aja kali ye..


May 5th, 2008 at 9:16 am
KPK musti hati-hati nih. Sepertinya mau di bawa ke kancah politik nih kasus. Kalau sudah beralih ke masalah politik dan dipolitisasi ya, habislah.
May 8th, 2008 at 11:00 pm
Orang Melayu selalu toleransi. Baik hati dan mementingkan kebersamaan. Makanya di negeri kita korupsi sebagai budaya. Berarti berjamaah. Untuk tidak semua tampil kita perlu wakil. Wakil kita korup wajar saja.
May 28th, 2008 at 11:58 am
May 30th, 2008 at 1:28 pm
wah mas, itu yg gambar wajah itu sampeyan? kok mirip roy suryo ya?
June 10th, 2008 at 4:12 pm
akhirnya masuk sistem juga

kenapa ga dilanjutin kuliahnya dirumah aja lagi?